Transforter PT AAS membandel GERAK Indonesia minta KLHK lakukan SIDAK.

Tangerang. bbsnews.co.id – LSM Gerak indonesia sebagai lembaga sosial control telah melayangkan Surat konfirmasi kepada pt Agrar Alam Sari ( AAS )


Dilansir bbsnews.co.id bahwa PT Agrar Alam Sari ( PT AAS )sebagai transforter limbah B3 yang telah memiliki ijin dari kemenLHK namun dalam pelaksanaan usaha nya sudah menyimpang serta melakukan dumping Limbah B3 di Desa Dukuh kec.cikupa serta di kawasan industri manis.dimana sepatut nya menjalankan amanat UU No 32 thn 2009 tentang pengelolaan perlindungan lingkungan hidup serta PP 101 thn 2014 tentang pengelolaan limbah B3.
” kami Berharap dan mendukung upaya pemerintah dalam penegakan hukum di bidang lingkungan.dimana para pengusaha WAJIB ikuti Regulasi.apalagi sangsi berat bagi para pelaku pelanggaran pidana pencemaran lingkungan Hidup.penjara minimal 1 tahun dan maximal 4 thn.serta denda mininal 1 milyar max 3 milyar.bukti dumping yng dilakukan PT AAS sudah kita serahkan ke KLHK” Ungkap M.Ade Suhaedih pembina LSM gerak yng biasa di panggil DEDE
Mencari keuntungan besar dengan mengorbankan lingkungan dan alam sekitar dengan cara dumping limbah B3 nyata dan jelas sangat merugikan.
“Semua pelaku usaha sepatut nya mengikuti peraturan.” Ungkap ahmad taufik kadis LHK Kab Tangerang.
” jika terkait ijin pemanfaat limbah B3 itu di atur dalam permenLH No 18 thn 2009 tentang tata cara perijinan pengelolaan limbah B3 ” tambah nya.
Sudah sa’at nya regulasi benar benar menjadi perhatian para instansi terkait.jika regulasi di jalankan bukan hanya menambah pendapatan asli daerah( PAD ) tapi juga menjaga dan menjamin kenyaman pengusaha itu sendiri.
” para pengusaha pemilik pabrik terutama para konsultan yng di percaya pengusaha seharus nya jg memperhatikan standarisasi bangunan.contoh SLF sesuai PermenPUPR No 27/PRT/M/2018 tentang SAERTIFIKAT LAIK FUNGSI ( SLF )dimana di atur untuk gedung pabrik masuk kelas 2 yaitu Bangunan Non Rumah tinggal di bawah 8 lantai dan masa berlaku SLF tersebut adalah 5 thn untuk bangunan umum” ungkap Dede.
Sementara konsultan PT AAS sampai berita ini terbit tidak ada tanggapan.
Begitu juga drngan penghasil limbah B3 belum bisa di konfirmasi.( Next Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *