LSM GERAK LAPORKAN DUGAAN PT NAK lakukan DUMPING limbah B3 di KOTA SERIBU INDUSTRI

BBSNEWS. TANGERANG – Seperti di ketahui sebelum nya.Berdasarkan amar keputusan Mahkamah Agung(MA)Nomor :574/Pid.Sus-LH/2017 Terkait pasal 226 KUHAP.Mengisyaratkan dan meyatakan bahwa PT Indo Bharat Rayon (IBR) yang berlokasi di Kab Purwakarta selain harus membayar denda sebesar Rp 2 Milyar ke Negara,juga di kenakan PIDANA tambahan berupa Kewajiban membersihkan/clean up limbah B3 yang saat ini tertimbun di kalimati sereta dalam Proses  clean up diperkirakan baru mencapai 50%.seperti di ungkap  manager humas PT IBR IRWAN SETIAWAN ” Proses pemulihan pembersihan dilakukan oleh pihak ke 3 yaitu PT NOR ANISA KEMIKAL (NAK) yang berlokasi dan berkedudukan di tangerang,secara prinsip kami dari PT IBR terima jadi dan Domain proses pemulihan tersebut silahkan tanya ke PT NAK “(ramoljabar.id)selanjut tim jurnalist visual berusaha untuk menghubungi PT NAK Iklas mempertanyakan dan mengklarifikasi terrkait Dugaan Proses pemulihan rawa kalimati yang tidak transfaran serta di duga telah terjadi Dumping Limbah B3 katagori bahaya 2 dengan rincian sebanyak kurang lebih 12.667 M3 yang harus di bakar melalui boiler serta kurang lebih 75.453 M3 dengan cara Landfill atau open dumping sesuai aturan dan perijinan yng berlaku.” Silahkan bapak cek langsung ke PT IBR jika terkait proyek pemulihan kalimati “Ungkap IKLAS yang biasa di panggil Glent via WA ke tim jurnalis.perlu di ketahui bahwa PT NAK sebagai yang telah mempunyai ijin Transforter.pengumul dan pemanfaat limbah B3 dengan kode B402/B409/B410/B417 bekerjasama dengan PT Wastec international sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemusnah limbah B3tim jurnalist berusaha untuk menghubungi marketing PT WI Hendro via HP namun sampai saat ini hendro belum membalas tlp atau WA dari pihak PT WI.Sementara kepala DLHK Kab Tangerang Ahmad Taupik ketika di temui  oleh LSM GERAK INDONESIA serta tim jurnalis di kantor nya mengatakan ” Saya tidak tahu telah terjadi dugaan dumping limbah B3 di wilayah kerja saya yang di duga di lakukan oleh PT NAK dan PT WI .Dan saya ucapkan terima kasih kepada teman teman LSM serta Jurnalis dalam kiprah nya sebagai social kontrol.pengaduan ini akan saya tindak lanjuti,”Sementara itu LSM Gerak yang di wakili kabid LH YUNUS SH mengatakan “kita secara profesioal sesuai dgn fungsi nya yaitu sosial control sebagai lembaga swadaya masyarakat GERAKAN RAKYAT ANTI KORUPSI INDONESIA tetap mengedepankan pengawasan terkait regulasi dan melakukan pengaduan agar perusahaan serta instansi terkait melakukan penindakan secara tegas dan tidak terkesan pembiaran dan terlebih bagi perusahaan yg bergerak di bidang penghasil/pemanfaat/transforter limbah b3 seharusnya unsur persyaratan dan SOP harus di dahulukan sebelum melakukan kegiatan aktifitas nya.kami jg sudah mengirim surat pengaduan kepada instansi terkait seperti ke Kementrian lingkungan hidup juga ke mabes polri terkait pelanggaran yang di lakukan PT NAK dan PT WI serta PT SINAR LAUT BIRU yng berlokasi di cukang galih kec.Curug Kab.Tangerang.”(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *