SISTEM PAKAR

Oleh Suhendi – Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993)
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang pakar.

Menurut E. Fraim Turban (1992)
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar-pakar dalam menyelesaikan masalah.

Menurut Garratano dan Riley (1989)
Menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pakar (expert system) adalah suatu sistem yang diprogram dengan menanamkan keahlian serta pola fikir para ahli yang diharapkan bisa memecahkan segala permasalahan sendiri dengan cara yang dilakukan para pakar di bidang tersebut.

Dari sistem dasar tersebut sistem Artificial Intelligense atau disebut dengan kecerdasan buatan mulai terbentuk. Sistem AI ini terbilang baru di dalam dunia komputer. Dilansir dari situs web Dosenpendidikan.co.id AI berkembang di perusahan General Electric menggunakan computer generasi pertama untuk bisnis. John McCarthy mempopulerkan istilah AI sebagai suatu tema ilmiah di bidang komputer yang diadakan di Dartmouth College pada tahun 1956. Sejak saat itu para pakar mengembangkan sistem ini dengan menanamkan kemampuan yang diadopsi dari para ahli di berbagai bidang.

Baru-baru ini di Indonesia bermunculan sistem-sistem karya anak bangsa yang diprogram untuk dapat mendeteksi penyebaran virus Covid19 pada mesyarakat. Mulai dari mengecek suhu tubuh, sampai sistem diagnosa sendiri yang menyerupai konsulltasi dengan mengisi beberapa survey yang diberikan. Tetapi dari semua sistem tersebut hampir seluruhnya belum dipastikan dapat menghasilkan hasil yang 100% akurat, hanya dapat digunakan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mungkin hingga sekarang banyak yang sangat terbantu oleh sistem ini dan para pakar masih berusaha untuk mencari sistem yang sempurna. Ambisi mereka membuat mereka lupa bahwa manusia selamanya tidak akan terganti oleh mesin. Sistem yang mereka buat untuk memecahkan berbagai masalah dalam kondisi tertentu secara umum bukan dalam waktu dan kondisi secara detail atau Real Time. Hal tersebut yang membuat suatu sistem bermasalah dan tidak menutup kemungkinan bahwa sewaktu-waktu akan teradi kegagalan sistem saat sistem tersebut melakukan tugasnya dan menghasilkan keluaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh sebab itu, suatu sistem yang akan dibuat hendaknya dipikirkan dengan betul dan mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum memikirkan kesulitan dalam membentuk sistem tersebut. Terlebih lagi untuk menanamkan dalam diri sendiri bahwa “Sistem dibuat untuk membantu membantu manusia, bukan menggantikannya”.

Arikel ini di tulis oleh Suhendi Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *