Sistem Penunjang Keputusan di Bidang Teknologi

Oleh Khais RamdaniSistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang membantu satu atau lebih pengambil keputusan dalam melakukan aktivitas pengambilan keputusan menggunakan bantuan seperangkat alat yang terorganisir dan disesuaikan dengan struktur dan porsi permasalahan dalam usaha memperbaiki efektivitas akhir dari outcome keputusan. Sistem ini juga merupakan  produk gabungan antara keputusan terstruktur dan tidak terstruktur. Keunikan Sistem Pendukung Keputusan terletak pada dimungkinkannya intuisi dan penilaian pribadi pengambil keputusan untuk turut dijadikan dasar pengambilan suatu keputusan.

            Tiap tahun semakin banyak warga diIndonesia yang menggunakan e-commerce. Menurut data dari Global Web Index, pada 2019 Indonesia merupakan negara dengan tingkat penguna E-Commerce tertinggi di dunia. Sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online. Pada masa pandemi seperti sekarang ini e-commerce sangat dibutuhkan karena terhentinya mobilitas kegiatan sehari- hari sebab dilarangnya kontak secara langsung. Pada pembatasan sosial bersekala besar mengharuskan beberapa aktifitas seperti berbelanja dilakukan secara online.

Pertumbuhan kegiatan atau transaksi secara elektronis yang meningkat tajam telah mendorong banyak organisasi untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan. Hal ini menyebapkan. Sistem Pendukung Keputusan pada internet dan web dapat mendukung pengambilan keputusan dengan menyajikan akses on-line terhadap berbagai database dan informasi dengan menggunakan perangkat lunak untuk analisis data.

Saat ini, banyak orang lebih menggunakan informasi yang banyak tersedia dari sumber-sumber yang ditawarkan untuk membantu mengambil keputusan membeli sesuatu, misal: keputusan untuk membeli gawai, baju dan bahkan produk kecantikan. Sistem ini akan menyarankan dari opini dari perbandingan sustu merek, harga, model serta kekurangan dan kelebihan suatu produk. Jadi pengguna akan mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginanya   sebelum berinteraksi langsung dengan petugas penjualannya.

Kegiatan jual beli secara online ini bisa menimbulkan tindakan kriminal, contohnya antara lain barang tidak sesuai dan membuat kerugian bagi setiap pembeli secara nominal. Di zaman yang modern ini sudah tidak asing lagi dengan pertumbuhan sistem pembelanjaan online di seluruh dunia. Oleh karena itu kita sebagai pelaku customer sangat dimanjakan dengan sistem jual beli on-line tersebut. Sebagai penikmat aplikasi tersebut kita memang sangat memberi kemudahan dalam transaksi jual beli on-line dengan berbagai fasilitas pengiriman yang sangat cepat dan pengiriman yang standar sesuai mitra pada jasa pengiriman tersebut. Keunggulannya kita bisa menghemat waktu berbelanja sambil tiduran, bisa memilih produk dengan spesifikasi yang jelas dan dapat menyelesaikan pembayaran dengan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan. Adapun permasalahan yang sering terjadi ketika kita berbelanja pada aplikasi online adalah terkadang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada produk tersebut seperti: warna tidak sesuai, ukuran tidak pas, dan pengiriman yang terkadang terlalu lama entah karena terkendala sistem atau memang terjadinya kendala pada kurir yang mengantarkan. Teknologi di bidang informasi sangat memberi penunjang bagi semua aspek di dalam kehidupan kita sehari hari, bicara teknologi sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita baik itu dikehidupan, pendidikan,dan di dunia bisnis.


            Pada zaman sekarang kita diterpa dengan masalah global yang terjadi dinegara negara maju yang disebut virus COVID-19 yang bisa sangat melumpahkan perekonomian di negara negara tersebut. Di era ini sistem berbasis online sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang, disini para penggerak penggerak teknologi informasi mulai merencanakan cara bagaimana kita bisa mengatasi pandemi virus COVID-19 ini yang menyerang di segala aspek agar bisa berjalannya kegiatan perekonomian, pendidikan, bisnis dan kesehatan berbasis online.Cobaan yang sangat berat dimasa pandemi seperti ini yang mengakibatkan persentasi ekonomi di negara negara besar saat ini,

Pertanyaannya apakah kita mampu melewati masa pandemi ini?

Bisa asalkan kita siap mengatasi pandemi ini dengan mengembangkan teknologi informasi yang berguna bagi segala aspek, dengan upaya memberikan ide ide berupa motivasi untuk menggerakkan para pengembang pengembang teknologi agar semua yang terkena dampak dari pandemi ini bisa tetap bertahan dan tetap dapat beroperasi dengan lancar sehingga mereka bisa menyeimbangkan perekonomian yang tadinya menurun hingga naik kembali.

Terkait dengan pertanyaan diatas saya sedikit memberikan semangat umtuk terus berkembang dalam teknologi informasi, disini saya menjelaskan sesuatu keberhasilan itu tidak ada yang mudah tanpa berusaha untuk mempelajari dan menghadapi zaman dan era berkembangnya teknologi informasi saat ini. Tugas yang sangat besar adalah bagaimana cara kita menguasai ilmu yang berhubungan dengan sistem perkembangan teknologi . Di negara lain sudah berlomba – lomba untuk membangun keterpurukan karena krisis global yang di karenakan menurunya persentase ekonomi di negara tersebut dengan meningkatkan perkembangan teknologi yang disebabkan karena masalah pandemi . Kita sudah tidak banyak waktu lagi untuk membuang waktu  untuk menghadapi krisis global tersebut , kita harus melangkah lebih maju untuk membangun kualitas- kalitas teknologi yang baru agar bisa bersaing dengan negara maju . Jangan terus terpuruk dan dimanjakan dengan kemalasan yang serba instan saat ini. Belajarlah dan terus berkembang mencoba hal baru , gagal coba bangkit kembali karena setiap usaha yang keras akan membuahi hasil yang memuaskan .

Pada awal tahun lalu bahkan warga net telah digemparkan oleh berita telah terjadi suatu kebocoran data pada salah satu aplikasi belanja online. Untuk itu biasanya Customer decision support systems ini memakai metode dalam analisa penunjang keputusan yang dapat digunakan oleh para pengguna agar mencegah identitas dan data yang dimiliki oleh para pengguna bisa diakses oleh orang lain melainkan terjadinya penipuan yang dapat merugikan. Semoga pelajaran itu bermanfaat bagi kita sebagai manusia yang ingin mengembakan teknologi informasi, dengan meningkatkan sistem keamanan yang lebih canggih dan dapat melindungi data privasi yang kita bangun agar tidak meningkatkan kerugian yang teramat besar bagi para pengembang  teknologi

Artikel ini di tulis oleh : Khais Ramdani, Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *