Sistem Pendukung Keputusan di Dunia Kesehatan

Oleh Syahrul Ramadhan Fadillah – Kesehatan merupakan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Indonesia merupakan negara berkembang dengan kondisi kesehatan yang bisa dibilang kurang memadai dalam bidang teknologi kesehatan. Sangat disayangkan lebih dari setengah kematian akibat dari kondisi yang tidak dapat dicegah. Kondisi umum kesehatan Indonesia dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor yaitu lingkungan sekitar, pola hidup, dan pelayanan kesehatan. Sementara itu pelayanan kesehatan terdiri dari beberapa komponen antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan. Belum meratanya fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas dan klinik, optimalisai penggunaan alat medis oleh tenaga kesehatan serta keterjangkauan biaya  pelayanan kesehatan masih menjadi kendala utama di Indonesia.

Pengertian Sistem pendukung keputusan secara garis besar yaitu “Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem komputer yang berisi 3 komponen interaksi, yaitu: sistem bahasa (mekanisme komunikasi antara pengguna dengan komponen lain dalam DSS), sistem pengetahuan (gudang pengetahuan dari domain permasalahan yang berupa data atau prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan antara 2 komponen yang berisi 1 atau lebih kapabilitas dalam memanipulasi masalah yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan)” Menurut Bonczek, dkk. (1980).

 Sistem   pendukung   keputusan   tidak   dimaksudkan   untuk menggantikan  fungsi  pengambil  keputusan  dalam  membuat  keputusan,  melainkan hanyalah sebagai alat bantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. Karena tujuan dari sistem pendukung keputusan yaitu meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan menggunakan berbagai analisis model-model yang tersedia.

Decision Support System (DDS) atau lebih dikenal dengan sistem pendukung keputusan banyak membantu manusia di berbagai bidang seperti bidang teknologi, bidang ekonomi, bidang pendidikan, dan bidang kesehatan. Perkembangan yang terjadi saat ini di setiap rumah sakit sudah menggunakan peralatan peralatan yang bisa dibilang cukup membantu masyarakat pada umumnya, oleh karena itu sistem penunjang ini sangatlah dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan dalam pengoperasian sistem disetiap rumah sakit. Dengan fasilitas sistem penunjang teknologi setidaknya dapat mempermudah segala kendala yang sering terjadi. Kemampuan SPK terbatas hanya pada pembendaharaan informasi atau pengetahuan yang tersimpan. Informasi ini hanyalah referensi bisa berupa penanganan pertama jika terjadi gejala tertentu, harus konsultasi ke dokter spesialis tertentu, rekomendasi dokter,  informasi rumah sakit terdekat dan lain sebagainya. Setiap pengambil keputusan memiliki metode tersendiri dalam memahami informasi yang berpengaruh terhadap efisiensi pengolahan informasinya. Pengetahuan seseorang yang digabungakan dengan kecakapannya dalam mengolah informasi akan menentukan kesanggupannya untuk mengambil keputusan dan memilih alternatif solusi yang terbaik.

Sebagai contoh perancangan sistem penunjang keputusan berupa aplikasi kesehatan hallo doc. Aplikasi ini mempermudah pengguna atau pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat, efektif dan mudah dijangkau. Pada aplikasi ini pengembang bekerjasama dengan dokter spesialis, rumah sakit, jasa pengiriman barang. pendekatan sistem yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data atau informasi yang relefan seperti keluhan yang dirasakan pengguna, setelah itu sistem akan menyarankan pengguna bekonsultasi dengan seorang dokter spesialis secara online. Setelah sesi konsultasi ini dokter akan mendiagnosis penyakit yang di derita pasien atau pennguna dan memberikan resep obat. Setelah mendapatkan resep, pengguna dapat memilih akan membeli obat di apotek secara langsung atau menggunakan jasa kirim yang telah tersedia. Di apotek yang sudah terintegrasi dengan sistem, pengguna tidak perlu menunjukan resep karena sudah terhubung dengan aplikasi, jadi dapat menambah efisiensi waktu yang digunakan saat mengantre obat. Selain itu  Aplikasi juga dapat mencatat rekam medis pengguna, hal ini dapat mempermudah diagnosis dokter dalam menentukan resep obat.

Sistem pendukung keputusan ini sangat berguna pada masa pandemi covid-19. Tidak dianjurkanya tatap muka secara langsung, sehingga membuat kegiatan sehari-hari dilakukan secara online. Peyakit yang membutuhkan penanganan secara cepat menjadi fokus utama pembuatan sistem pendukung keputusan ini. Harapan untuk menafaatkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan berhasil dan mencapai sasaran yang tepat. Dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan agar lebih mudah, dan efisien. Semoga dalam penggunaan jangka panjang dapat menambah peningkatan kualitas kesehatan dan mengurangi rasio kematian akibat dari kondisi yang dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengantisipasi dan mengenali gejala-gejala yang dirasakan. Tetapi kita harus memberi edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut sehingga setiap kalangan baik itu lansia bisa mengoperasikan aplikasi tersebut. Disinilah peran penting sebagai pengembang teknologi informasi tentang aplikasi dan cara penggunaannya jangan sampai masyarakat tidak bisa mengoperasikannya. Setidaknya dengan memberi penyuluhan informasi pada setiap media sosial yang berkembang saat ini, di zaman milenial yang serba instant ini setiap kegiatan rumah sakit apabila tidak mengembangkan teknologi informasi bisa dibilang ketinggalan zaman. Di negara negara maju saat ini teknologi informasi dibidang kesehatan sangatlah berkembang. Kita harus bisa mengimbangi perkembangan tersebut karena itu adalah point pertama untuk melindungi masyarakat Indonesia dari timbulnya penyakit penyakit baru, Kesehatan memang penting tetapi perkembangan pendukung teknologi informasi seiring berjalannya waktu setiap detik pasti banyak muncul ide ide baru yang canggih. Kita tidak bisa mengesampingkan perkembangan teknologi inilah zaman berkemabng segala hal pasti banyak terciptakan,

Artikel ini di tulis oleh : Syahrul Ramadhan Fadillah, Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Universitas Pamulang.

Syahrul Ramadhan Fadillah Oleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *