Bagaimana Automation Mempermudah Pekerjaan

Oleh Randy Cansera – Di zaman milenial saat banyak sekali pekerjaan yang kita buat berulang ulang dan di era self services, otomatisasi bisa seperti sesuatu hal yang luar biasa untuk di implementasikan agar pekerjaan kita yang sering dilakukan atau BAU (business as usual ) dapat kita selesaikan secara automasi. Namun disisi lain automasi terkadang menjadi hal menakutkan bagi kita karena banyak hal pekerjaan yang dilakukan secara manual akan hilang atau menghilangkan lapangan pekerjaan manusia secara luas.

Dalam bentuk yang paling sederhana, otomatisasi sangat berguna untuk mempercepat proses, akurat dalam bekerja, dan menghilangkan ketergantungan terhadap PIC atau membuang ketergantungan terhadap sesuatu (SPOF).

Di zaman sekarang sebagian besar manusia sudah terbiasa dengan automasi yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh Gardu otomatis Jalan Toll, Parkir otomatis, tampilan iklan/ads yang sering berada di instagram, Vacuum cleaner otomatis dan masih banyak lagi yang bisa kita temui di kehidupan sehari – hari.

Contoh Gardu tol Otomatis yang biasa kita lihat:

Para pengembang / Developer sekarang ini berlomba-lomba untuk melakukan research untuk mengembangkan Automation dan AI (Artificial Intelligence) untuk melakukan pekerjaan dalam skala kecil sampai skala besar (pabrik).

Kenapa kita harus membuat automation? Automation diharapkan dapat membantu melakukan bagian-bagian yang tidak produktif menjadi produktif.

Seperti contoh yang saat ini penulis lakukan dalam pekerjaan sehari-hari  pekerjaan yang biasa penulis lakukan adalah melakukan Deployment Code yang telah dibuat oleh Engineer Developer ke dalam server. Tidak hanya satu server namun ada seribu server yang harus di maintain setiap hari ketika code selesai maka code akan di release ke production server.

Apa yang terjadi jika penulis melakukan manual proses untuk delivery Code yang telah dibuat ke semua server? Maka proses yang dilakukan akan membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga stability dari suatu services akan terganggu dan di kemudian hari pekerjaan manual ini akan membebani perusahaan karena jelek nya kualitas aplikasi dikarenakan lama nya proses untuk sebuah update di fitur terbaru suatu services atau aplikasi.

Pekerjaan yang berpotensi dilakukan berulang dapat di handle dengan automation, banyak software yang dapat kita pakai untuk mengimplementasikan pekerjaan manual di dalam deployment service ke server menjadi automation tanpa harus berulang kali melakukan login ke server, compile code menjadi suatu services dan di copy ke dalam server.

Salah satu contoh profesi pekerjaan yang melakukan automate setiap manual proses deployment code ke dalam server adalah DevOps, DevOps atau lebih dikenal sebagai Development Operation adalah tim pengembang yang berfungsi menerapkan secepat mungkin Code dapat dengan aman di deliver ke setiap server. DevOps juga dapat bekerja sama dengan team Quality untuk mencapai suatu quality code yang di deliver ke dalam server production adalah kode yang bersih, aman dan sudah di uji untuk menggantikan services / aplikasi yang membutuhkan pembaharuan.

Team DevOps biasa nya bekerja sama dengan developer untuk melihat potensi sejauh mana team Devops dapat melakukan perbaikan dalam hal automasi Infrastructure, testing, troubleshoot dan sebagainya.

Contoh software deployment tools yang dapat digunakan sebagai automation tools.

Tidak hanya Team DevOps yang dalam melakukan otomasi terhadap pekerjaan berulang, namun banyak team seperti Team Data yang dapat membuat AI atau robot intelligence yang dapat menganalisa kemauan user yang berselancar di internet. AI dapat membantu banyak hal dalam setiap bisnis, seperti dalam Marketplace banyak pengguna yang melakukan pencarian terhadap suatu barang namun karena pengguna ragu-ragu dalam membeli sehingga melakukan cancel maka AI dapat berfungsi untuk menawarkan kembali barang dari history yang telah dilihat oleh pengguna di setiap aplikasi yang dibuka oleh user.

AI adalah kecerdasan buatan manusia yang dapat berfikir seperti manusia dan meniru tindakanya, seperti yang dilakukan manusia untuk mengajari anak nya bagaimana befikir dan bertindak. Maka AI pun diajarkan manusia bagaimana cara bertindak dan menganalisa berfikir seperti manusia, sehingga AI dapat memberikan hasil yang mungkin diinginkan manusia, namun untuk pengembangannya dibutuhkan Big Data yang sangat besar untuk dapat menganalisa. AI dapat maju berkembang sangat pesat saat ini dikarenakan dukungan banyaknya data yang disimpan di database dan bisa di analisa sebagai suatu hasil yang sangat akurat.

            AI juga memiliki beberapa kekurangan yang mungkin masih membutuhkan pengembang untuk terus melakukan pembaharuan data karena AI adalah juga robot yang dibuat oleh manusia, kurang nya common sense yang menyebabkan AI tidak hanya melakukan proses informasi tapi juga melakukan pengertian informasi yang diinput.

Dalam hal lain beberapa penggemar teori konspirasi juga menyebutkan bahwa AI di masa datang akan menyebabkan bencana yang sangat besar, bencana yang diprediksi oleh penggemar teori konspirasi robot akan menggantikan manusia di masa datang.

            Pada kesempatan ini penulis ingin mengajak pembaca bahwasanya setiap buatan manusia jika tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan bencana dan kerusakan yang merugikan manusia itu sendiri. Namun dalam pembahasan artikel diatas pembelajaran yang dapat diambil adalah bagaimana Logika Informatika yang kita pelajari itu sangat berguna untuk membuat suatu software logika yang dapat mempermudah pekerjaan manusia dengan baik dan ringkas.

Ditulis oleh : Randy Cansera, mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *