Dispora Banten Terapkan Sport Science

BBSNews, Serang- Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten menerapkan metode sport science kepada atlet pelajar binaannya yang ada di Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten, Kamis (19/9/2019).

Tenaga Ahli Bidang SDM Kemenpora RI, Mohammad Nanang Himawan Kusuma mengatakan, tes sport science ini cukup penting dilakukan untuk mengetahui keberbakatan para atlet. Alasannya, karena menjadi atlet itu memang investasinya mahal, proses latihannya melibatkan beberapa aspek bukan hanya pada fisik saja.

“Tahap tes sport science untuk melakukan identifikasi keberbakatan dari semua aspek, yang pertama dilakukan tes kesehatan secara umum. Melalui tes kesehatan ini bisa mengetahui apakah atlet memilki kesehatan yang bagus, jangan sampai ketika sudah direkrut, atlet ternyata memiliki riwayat yang tidak baik,” katanya.

Setelah tes kesehatan, Nanang menuturkan, ada tes psikologi. Tes ini dilakukan untuk melihat kesiapan personaliti atlet yang bersangkutan sesuai dengan cabang olah raga (cabor).

“Berikutnya yakni tes jasmani atau fisik dimana melibatkan beberapa aspek bimotorik yakni kecepatan, ketahanan dan sebagainya. Selanjutnya, akan dites lebih spesifik lagi untuk mengetahui tingkat kemampuan sesuai dengan cabor yang digeluti si atlet,” ucapnya.

Nanang yang juga sebagai pembina di PB PASI menjelaskan, secara keseluruhan tes-tes yang ditempuh dalam sport science ini akan diramu, didokumentasikan menjadi satu buku. Sehingga atlet memiliki dokumentasi atau profil dari awal berkarier hingga akhir.

“Ini yang tidak ada di Indonesia, dengan mengawali ini, data atlet akan tersitematis. Sebetulnya sudah banyak dilakukan tes-tes di beberapa tempat, namun implementasinya dan rekomendasi hasil tes ini hanya Banten yang baru melakukannya. Sport science ini dilakukan untuk mengetahui sejak awal kemampuan atlet, dengan tahapan pengecekan kesehatan, psikologi, dan tes jasmani atau fisik,” tuturnya menjelaskan.

Di lokasi yang sama, Kadispora Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan kemampuan atlet melalui metode sport science, sampai menjadi pembinaan olah raga ilmiah.

“Selama ini kan melakukan pembinaan atlet masih konvensional, belum terukur secara ilmiah, karenanya kita ingin mencoba dengan metode sport science. Supaya atlet lebih terukur dan mengetahui program latihan apa yang tepat untuk diberikan kepada atlet,” katanya kepada Kabar Banten.

Deden mengaku, pihaknya melakukan tes sport science kepada 50 atlet binaannya yang ada di PPLP Banten.

“Ada dua pola yang akan diujikan kepada atlet, pertama tes secara umum, dan kedua tes kecabangan. Jadi nanti yang cabor atletik memiliki tesnya tersendiri dan cabor lainnya juga begitu,” ujarnya.

Deden mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atlet Banten. “Ketika kemampuan atlet meningkat, disertai juga dengan prestasinya serta motivasinya,” tuturnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *