Tanggapi Ucapan Menkumham Ini Kata Wali Kota Tangerang

BbsNews, Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, yang menyatakan bahwa Wali Kota Tangerang cari gara-gara, bahkan Menteri menyebut pemkot Tangerang kurang ramah terhadap pihaknya karena mewacanakan lahan Kemenkumham yang menjadi lokasi Politeknik BPSDM Hukum dan HAM sebagai lahan pertanian.

Meski menyayangkan pernyataan tersebut, Wali Kota Arief menganggap hal itu tidak lebih dari miss persepsi dari Kemenkumham.

“Saya juga sangat kaget dan prihatin atas apa yang disampaikan oleh Pak Menteri,” ucap Walikota.

“Rasanya Pak Menteri harus mencari informasi lebih jauh lagi,” kata Arief.

“Justru Pemerintah Kota Tangerang memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draft Raperda RTRW yang kita usulkan,”jelasnya.

“Yang menetapkan lahan itu menjadi lahan pertanian justru dari Kementerian Pertanian,”tambahnya.

Oleh karena itu, Arief menyatakan dirinya belum bisa mengabulkan apa yang diinginkan Kemenkumham terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

“Jadi mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administrasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Saya bicara sebagai seorang Walikota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang,” tutup Arief.

Diberitakan sebelumnya bahwa, Yasona Laoli menyebut Pemerintah Kota Tangerang kurang ramah dengan pihaknya dan Arief mencari gara gara. Hal itu diutarakan Yasonna saat sambutan pada acara peresmian Gedung Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Politeknik BPSDM Hukum dan HAM), Jalan Satria Sudirman, Kota Tangerang, Selasa (9/7/2018). Kemarin. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *