Triwulan I Tahun 2019, Inflasi Kota Serang Masih Tertinggi

BbsNews, Serang – Inflasi di Provinsi Banten pada Triwulan-I 2019 menurun dari sebelumnya pada Triwulan-IV 2018. Namun, inflasi Banten lebih tinggi dibandingkan regional Jawa dan Nasional. Salah satu daerah dengan inflasi tertinggi yaitu Kota Serang.

Kota Serang menduduki peringkat pertama inflasi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Dengan perbandingan inflasi spasial di Banten year on year (yoy).

“Serang 3,1 persen, Tangerang 3,0 persen, dan Cilegon 2,69 persen. Sedangkan di DKI Jakarta berada pada 3,01 persen, Jawa 2,59 persen. Kemudian Jawa Tengah 1,82 persen,” kata Pejabat sementara (Pjs) Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Erry P Suryanto.

Inflasi di Provinsi Banten ini dipicu oleh bahan makanan, perumahan, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok transportasi. Seperti yang diketahui belakangan ini, kata Erry, tiket pesawat dalam negeri jauh lebih mahal dibandingkan tiket pesawat ke luar negeri. Sehingga ini tentu berdampak pada sejumlah komoditas pangan dan lainnya.

“Komoditas utama penyumbang inflasi adalah rokok, tarif sewa rumah dan tarif angkutan udara atau tiket pesawat. Apabila dikelompokkan inflasi Banten perkelompok komoditas Triwulan I 2019, itu seperti yang tadi disebutkan. Kemudian, ada juga dari sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi, olah raga, komunikasi, dan jasa keuangan,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan bahan makanan di Ramadan dan menjelang Idulfitri karena belum tibanya masa panen. Selain itu, ada gangguan produksi pada beberapa komoditas bumbu dapur seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

“Sedangkan untuk makanan jadi, komoditas yang memberikan andil inflasi adalah nasi lauk, ayam goreng, dan bubur. Kemudian, komoditas rokok kretek juga memberi tekanan inflasi. Ini juga berlaku untuk di Kota Serang, karena dibandingkan daerah lain, Kota Serang yang paling tinggi,” ucapnya.

Wali Kota Serang Syafrudin belum mempelajari terkait inflasi yang terjadi di Kota Serang. “Saya belum tau kalau itu, belum pelajari juga. Nanti akan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. Diketahui, sejak beberapa tahun terakhir inflasi Kota Serang menjadi yang paling tinggi se-Pulau Jawa. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *