Terkini

Tangerang

DAERAH

Kriminal

Tangerang

Daerah

Kriminal

Hukum

Info

Kamis, 15 September 2016


BBsNEWS.Co.ID, Tangerang Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar kunjungi Pasar Segitga Balaraja dengarkan aspirasi para pedagang dalam penataan kawasan pasar tersebut, Kamis. (15/9/16).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tiba di Pasar Segitga Balaraja pukul 14.30 WIB yang di dampingi Direktur PD Pasar Jamaludin, dan Camat Balaraja Toni Rustoni beserta jajaran unsur Muspika Kecamatan Balaraja.

Dalam kunjungannya, Zaki, mengatakan, kunjungannya ke Pasar Balaraja dalam rangka mendengarkan aspirasi para pedagang terlebih dahulu seperti apa keinginan para pedagang itu sudah kita tampung, tetapi yang paling penting adalah pemerintah akan melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan kelayakan fisik konstruksi pasar Balaraja apakah masih memungkinkan apa tidak untuk ditempati.

"Masalah bagaimana kedepannya kita lihat lagi nanti kita bicarakan dengan pengembang dan juga para pedagang, untuk target pembangunannya pertama kita akan cek dulu konstruksi yang sudah ada, apakah bangunan ini layak apa tidak untuk di tempati apakah hanya sebagian saka yang layak apa bagaimana kita belum tahu kita akan cek dahulu supaya tidak membahayakan pedagang dan pengunjung yang datang," kata Zaki.

Paidi salah satu penjual pakaian di Pasar Segitiga Balaraja mengutarakan keinginannya kepada pemerintah bahwa  para pedagang berkeinginian untuk direhab dan ditata tetapi tidak mau ditutup untuk berjualan sementara pasar ditata dan dibangun karena para pedagang ingin mencari modal untuk nantinya pindah dikios yang disediakan. Dan para pedagang meminta tenggang waktu kepada Pemerintah agar pada saat bangunan kios baru sudah jadi kita sudah punya modal untuk pindah.

"Kita minta teenggang waktu, sebetulnya keinginn ini udah lama ingin saya utarakan ke pak bupati dan alhamdulillah skrng bisa didatangi langsung oleh Bupati, dan berdasarkan hasil musyawarah kita menginginkan semacam ada penataan dulu sebelum dibangun berikan kami waktu untuk mengumpulkan modal untuk kios baru karena belum punya uang," pinta Paidi.

Direktur Utama PD Pasar Niaga Kertaraharja Jamaludin, menambahkan pihaknya menginginkan  Pasar Segitiga Balaraja ini dibangun, agar ada kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli terlebih lagi ini adalah termasuk pusat pertumbuhan Kabupaten Tangerang.

"Pertama evaluasi fisik terhadap bangunan yang sudah ada apakah layak dan memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan apa nanti dibongkar semua dan dibangun dari awal lagi, Yang kedua hasil pertemuan dengan pedagang di pasar Segitiga Balaraja adalah bahwa pedagang meminta tenggang waktu karena apabila nanti dibangun pada waktu yang cepat pedagang belum siap membeli dan menyewa kios, jadi mereka meminta tenggang waktu kepada kita untuk sementara waktu sambil mereka menabung untuk membeli kios yang kita dibangun," tutup Jamaludin. (Mas Koko)

BBsNEWS.Co.ID, Baturaja – Rehab ruang kelas delapan pekerjaan (paket) di SMA Negeri 1 OKU, tahun anggaran 2013 dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dikerjakan secara swakelola oleh pihak SMA Negeri 1 tidak sesuai dengan SPEK/RAB yang tertuang dalam gambar.

Pekerjaan rehab ruang kelas dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian Nomor 425/31/DAK-2013/III/XIV/2013 tanggal 16 Oktober 2013 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp.605.200.000,00 jangka waktu pelaksanaan selama 50 hari kalender terhitung sejak dana bantuan diterima oleh pihak sekolah. Pekerjaan tersebut telah dibayar lunas dengan SP2D Nomor 2502/SP2D-LS/300.001 tanggal 20 Desember 2013.

Dari hasil penelusuran tim ahli Lembaga Akuntansi Publik, rehab ruang kelas delapan SMA Negeri 1 OKU tidak menunjukkan kemajuan fisik selesai 100%, karena dari pemeriksaan RAB dan fisik pada 10 Februari 2014 terdapat kekurangan Volume pekerjaan sebesar Rp.10.858.269,87.

Sehingga kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, pasal 6 huruf f, yang menyatakan bahwa para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus memenuhi etika, antara lain menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa.

Hal itu terjadi akibat lemahnya pengawasan dari tim teknis kegiatan DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu, kemudian Kepala Dinas Pendidikan kurang cermat dan lalai dalam melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
Saat dikonfirmasi Wartawan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Mahyudin Helmi, enggan berkomentar,

Sementara pihak sekolah sampai sekarang tidak bisa dikonfirmasi dengan alasan kepala sekolah yang menjabat pada saat peruhaban ruang kelas di SMA Negeri 1, sudah pindah tugas. (Ganesa)

BBsNEWS.Co.ID, Baturaja Ratusan karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mitra Ogan (MO) yang tergabung dalam serikat pekerja seluruh indonesia (SPSI) setempat melakukan aksi damai di depan Pabrik PT MO. Mereka juga melakukan mogok kerja hari itu. Aksi mereka dijaga ketat anggota kepolisian, Rabu (14/9).

Pantauan BBsNEWS di lapangan, aksi tersebut mereka lakukan menuntut hak gaji mereka untuk dibayarkan 100 persen. Pasalnya, sampai saat ini mereka baru menerima gaji bulan Juli-Agustus 2016 baru 65 persennya. Sementara untuk 35 persennya belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Dalam aksi tersebut mereka juga menyuarakan dan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan penyimpangan dana pengembangan perusahaan sebesar Rp 1,2  triliun. Dana tersebut disuarakan diperuntukkan untuk membuka perkebunan kelapa sawit di kawasan kabupaten musi banyusin sumatera selatan. Dari total itu dinilai ada kejanggalan dan diduga ada penyelewengan dana sebesar Rp 145 miliar.

Aksi sempat berjalan panas dan nyaris ricuh karena salah seorang utusan pimpinan perusahaan tidak bisa memberikan solusi terkait tuntutan karyawan. Utusan tersebut kemudian diusir dari arena demo dan meninggalkan lokasi dikawal aparat berpakaian karena akan diamuk rekan-rekannya sesama karyawan .
Ketua Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja, Alwi didampingi Wakilnya, Bawafi mengatakan ada beberapa hak pegawai yang wajib dibayarkan pihak perusahaan.
Diantaranya, dana pendidikan yang seharusnya dibayarkan saat anak mau masuk sekolah satu bulan gaji. Sekarang sudah tiga bulan lamanya.

"Terus ada lagi sisa DPLK dan rapel kenaikan terus dan ada lagi rapel kenaikan gaji. Kami memaklumi hal ini mengingat kondisi keuangan perusahaan," katanya.
Namun yang kami tuntut mengenai hak karyawan. Yakni, masalah gaji bulan Juli-Agustus baru dibayarkan 65 persen. Itupun kata dia tanpa ada pemberitahuan.

"Harusnya ada pemberitahuan namun ini tidak. Gaji langsung saja dibayarkan 65 persen. Ini yang kami tuntut sisanya untuk dibayarkan. Ini masalah perut pak," katanya, ada sekitar seribu lebih karyawan di Mitra Ogan ini.

Jika masih tidak dibayarkan, pastinya kata dia, karyawan akan melakukan mogok kerja. Disinggung sampai kapan, aksi mogok kerja ini, kata dia, tidak ada batas waktu. Yang jelas tuntutan kami minta direalisasikan hak gaji kami 100 persen.
"Mogok kerja ini tidak tidak ada batas. Kami minta gaji kami di bayar pul dulu. Gaji ini hak karyawan dan berkaitan dengan perut kami," katanya.

Kaur SDM PT Mitra Ogan Edi Prowza didampingi Kepala kantor Distri, Jefri membenarkan masa aksi demo itu merupakan sebagian dari karyawan Mitra Ogan. Aksi itu merupakan, penyampaian aspirasi karyawan.

"Pertama mereka meminta pembayaran sisa gaj 35 persen di bulan Juli dan 35 persen di Bulan Agustus. Total 2 bulan," katanya.

Ia menambahkan menejemen perusahaan memahami kondisi itu. Sisa gaji 35 persen itu belum dibayarkan mengingat keuangan perusahaan saat ini. "Kami menghindari PHK karyawan. Gaji belum bisa kita bayarkan sebab belum mampu untuk dibayarkan saat ini. Kita minta, karyawan bersabar," katanya saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menambahkan bukannya perusahaan tidak punya usaha dan diam saja. Sekarang ini usaha keras dilakukan pihak perusahaan untuk mencari dana pinjaman ke bank.

"Jumlah karyawan 1524 karyawan. Seluruhan 65 persen bulan Juli dan  Agustus 65 persen gaji sudah dibayar. 35 persen bulan Juli dan dan 35 Persen bulan Agustus belum dibayar. Total yang perlu dibayarkan dari 1524 karyawan itu lebih kurang Rp 4 miliar," katanya.

Disinggung kapan akan dilakukan pembayaran, kekurangan gaji karyawan ini kata dia belum tahu pasti. Sebab masih sedang di usahakan untuk mencari pinjaman kepihak perbankan."Kita tidak bisa memastikan kapan akan dibayarkan," ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya suara dari aksi demo dugaan penyimpangan dana pengembangan perusahaan sebesar Rp 1,2  triliun. Dana tersebut disuarakan diperuntukkan untuk membuka perkebunan kelapa sawit di kawasan kabupaten musi banyusin sumatera selatan. Dari total itu dinilai ada kejanggalan dan diduga ada penyelewengan dana sebesar Rp 145 miliar, kata Prawza tersenyum. “Mengenai hal itu bukan wewenang kami,” katanya singkat menanggapi hal tersebut. (Ganesa)

BBsNEWS.Co.ID, Baturaja Dihitung dari penanggalan Islam yakni kalender Hijriyah, 10 Dhulhijjah tahun ini tepat satu tahun H Maulan Aklil SIP MSi alias Molen kembali merayakan Idul Adha di dua “Istana” berbeda. Tahun lalu, dia merupakan Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) yang otomatis melakukanopen house menerima masyarakatnya berslitarurahmi di istana (Rumah Dinas Bupati yang biasa disebut Kabupatenan) OKU.

Tahun ini, Idul Adha yang bertepatan 12 September 2016 dirayakan Molen di kampung halamannya Propinsi Bangka Belitung (Babel). Momen tersebut dimanfaatkan Molen untuk bertandang silaturahmi ke istana (Rumah Dinas) Gubernur Babel Rustam Effendi. Bila di istana OKU Molen lengkap merayakan Idul Adha-nya bersama isteri dan ketiga anaknya, namun di Babel dan istana Gubernurnya Molen sudah berstatus sendiri.


Diketahui, isteri Molen, Hj Diana Murdiana sudah meninggal dunia pada 19 Mei 2106 lalu. Mendiang Diana meninggal usai melahirkan anak keempat mereka yang di masa kehamilannya lebih lama di OKU saat Molen menjabat Pj Bupati. Jadinya, saat berlebaran Idul Adha di Babel, Molen hanya bersama keempat anaknya saja yang diboyongnya lebih dulu ke Pangkal Pinang sebelum hari H.

Bagiamana kesan Molen di Idul Adha saat bertandang ke istana Gubernur Rustam?
“Saat ini saya harus bangkit. Dulu saya akui ketika lebaran Idul Fitri masih terpukul dan sedih mendalam karena istri saya dan ibu dari anak-anak saya tidak ada lagi untuk berbagi kebahagiaan di hari lebaran. Semua terasa hampa, tidak ada semangat meski lebaran sekali pun,” kenang Molen.

Sudah cukup Molen bermuram dan dia pun berusaha move on. Makanya di lebaran haji tahun ini sengaja dia memboyong anak-anaknya ke Pangkal Pinang. Mengingat menurut Molen keluarga besarnya masih banyak di Negeri Laskar Pelangi ini.

Momen lebaran haji pertama kalinya tanpa isteri ini, merupakan momen Molen untuk kembali berfikir jernih ke depan, setelah hampir empat bulan “bersemedi” dari hiruk pikuk kegiatannya yang selalu menjadi sorotan publik dan media massa. Molen menegaskan sudah mengambil keputusan untuk mengabdikan dirinya di Bangka Belitung.

“Saya akan menetap di Bangka dan nanti anak-anak akan saya boyong semua pada waktunya. Saatnya saya berkiprah di kampung halaman sendiri. Dengan cara apa pun saya ingin melakukan hal terbaik demi kemajuan Bangka Belitung,” tegas mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OKI ini.

Sejalan niatnya itu, silaturrahmi Molen ke rumah dinas Gubernur Babel di hari raya Idul Adha kemarin (12/9), menegaskan keseriusannya untuk berbuat di daerah kelahirannya. Maklum, pertemuan Molen dengan Rustam kemarin menjadi magnet para tamu lainnya terutama insan pers.

Dua tokoh ini bahkan diminta foto bareng dengan pose salam komando. Jadilah foto tersebut hangat diperbincangkan. Bahkan menjadi viral di dunia maya khususnya bagi pemilik akun-akun media sosial facebook yang berdomisili di Babel. Terlebih foto salam komando Rustam – Molen saat Idul Adha diunggah sendiri oleh akun pribadi sang gubernur dengan nama akun Rustam Effendi.

Akun Rustam meng-upload foto tersebut dengan men tag-nya ke akun pribadi Molen bernama Molen Maulan Aklil. Pada statusnya Rustam menulis “Molen Maulan Aklil datang diacara openhouse Idul Adha. Kami pun berfoto bareng. Cocokkah?” demikian bunyi status Rustam terkait keterangan foto salam komando mereka berdua. Foto itu di upload Rustam pukul 15.35 WIB pada 12 September 2016. Tak lama diunggahnya, ratusan like langsung diklik akun-akun facebook netizen beserta puluhan komentar.

Tak diketahui pasti maksud kata “Cocokkah”? seperti yang ditulis akun Rustam yang notabene adalah Gubernur Babel tersebut. Namun publik mahfum kata tersebut ada kaitannya dengan rencana Rustam menggandeng Molen di Pilkada Babel 2017 nanti. Makanya, komentar-komentar netizen pun banyak yang nyasar soal mereka bedua akan berpasangan di Pilkada.

Seperti akun Iman Supiar dia berkomentar “Cari yang lain bai Pak... Bpk Molen tu salah satu Kandidat bagus buat Sumsel 1....hehe”, tulisnya. “Politisi dan birokrat....mantap teunan....” tulis akun Miharza A. Malik. “Cocok untuk daftar oktober ini” kemantar akun Andi Aptcgk. Dan akun Ameng Rasya menulis “Woooo... pasangan idel mewakili generasi tua dan generas muda, birokrat dan politik... insaaallah jadi nian. (Ganesa)

BERITA TERPOPULER

Ads Place 970 X 90

Wow

Tekhnologi

Serba Serbi

Pendidikan